Tuesday, January 24, 2006

Cerita Kenangan Temus 2006

Temus (tenaga musim) haji 2006 bagi saya menjadi cerita menarik. Bersama-sama beberapa petugas lainnya di Sub Daker 5 Makkah, kami menghabiskan waktu bersama selama dua bulan. Beberapa pengalaman teman-teman petugas saya rekam dalam cerita berikut ini....




***

Cerita Kenangan Temus 2006
Oleh Rizqon Khamami


Rentang waktu dalam kebersamaan senantiasa terasa sangat pendek. Meski tidak panjang, kenangan indah itu terlalu sayang untuk dibuang. Pergulatan sedemikian singkat bukanlah alasan untuk tidak selalu kita kenang. Bahkan, kerikil-kerikil kecil dalam kebersamaan adalah penyerta paling indah.

Pembuatan album Biodata PPHI 2006 M./1426 H., Sub Daker 5 Makkah adalah sebuah upaya untuk mengenang kebersamaan itu. “Jangan lupakan bahwa kita pernah bersama”, tulis Dr. Monthe, dokter berhati lembut, dalam album Biodata. Ada sejuta cerita indah yang tak mudah lekang oleh waktu. “Kenangan yang tak mudah terlupakan bagi saya,” ungkap Kasub Daker 5, Makkah, Muharam Marzuki sambil tertawa terkekeh-kekeh, “ketika pulang salat dari Masjid Haram menuju kantor Sub Daker 5 Makkah pada hari pertama tiba di Makkah, saya dan Pak Hegus lupa jalan. Kami naik taksi untuk jarak yang sangat dekat.” Hegus mengiyakan. Sesekali Hegus berseloroh bahwa dirinya sulit tidur setiap malam. Keluhannya tiap pagi, kepala pusing kurang tidur. Bukan karena suara mobil, tapi karena dengkur Kasub-Daker. Dengkur kelelahan. "Itu bukan karena kurang tidur," elak Muharam, "tapi karena rindu berat sama istri, apalagi tiap hari menyantap daging kambing mandi." (Daging kambing mandi: jenis makanan khas Arab yang berlemak dan mengandung daya bangkit seksual tinggi.)

Hal yang sama juga menimpa Djumhaedin, pegawai Ditjen Baga Islam, Depag. Untungnya, tak berapa lama sang istri menyusul ke Makkah, hajian. “Lega”, desah Djumhaedin dengan roman memerah sambil menyerahkan kunci barokah ke Marjudin, Temus Mahasiswa Al-Azhar, Mesir. “Bang Djum, berapa ronde permainan?”, tanya Dasimin, alias Pak Nano dengan nada iri. Zaini, anak Indonesia kelahiran Makkah, bengong. Ia melirik Jajang, sang Polisi ganteng, menyindir, “Pak Jajang harus memperhatikan kepentingan teman-teman Temus yang masih bujang, berikan kesempatan bagi mereka untuk mencari calon istri. Jangan embat sendiri.” Andi Hasnawati, dokter cantik kloter 4/BPN, menjadi incaran Zaini. Saat kepulangan ke Tanah Air, orang yang diincarnya sedang berbincang santai dengan Jajang. Zaini cemburu. Padahal, sebagai petugas pengamanan, Jajang harus dekat dengan jamaah. "Loe aja yang kagak berani." Bantah Jajang.

Pada hari pertama kepulangan dr. Atun, petugas sebuah kloter JKS, ke Tanah Air, mendadak badan Marjudin lemas. Pada hari kedua, bujang klimis dari Banjar ini hampir tidak bisa jalan kaki, asam urat kambuh. Betulkah karena asam urat? Bukan, jawab Azis Sholeh, dokter kalem dari Demak. Lalu apa? Itu karena Agustin, seorang jamaah dari Palembang sudah meninggalkan Makkah menuju Madinah, timpal Gozali, mahasiswa imut dari Sudan. Murtadho, kiai muda asal Demak, harus rela mendorong Marjudin kemana-mana dengan kursi roda.

Sebagai pengemudi, Ahmad Bakar, Temus dari Jeddah, suatu saat diludahi seorang jamaah. Ia dan seorang anggota tim medis Sub Daker 5, Ade Irwan, mengantar jamaah sakit yang mengamuk sepanjang jalan menuju BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) Daker Makkah karena stres. Si jamaah meludah tepat pada mulut Ahmad Bakar. Ludah masuk, tertelan. “Rasanya seperti Albaik, bukan?” gurau Junediyono, Sansur brewok asal Jogja. “Kayaknya, sih, seperti madu.” Timpal Supardi sambil terkekeh-kekeh. Ahmad Bakar nyengir.

Saat tengah malam beberapa petugas Temus sedang begadang di kantor. Tiba-tiba terdengar suara teriakan. Mereka berhamburan. “Aku dipegangin makhluk hitam, sampai susah bernafas. Tolong bacain doa pengusir makhluk halus.” Rengek Rustika, petugas perawat di Sub Daker 5, dengan wajah pucat pasi. Al Farizi, dokter ganteng dari Depkes, membaca doa pengusir setan. Sukses. Dan Mardiati, teman sekamar Rustika, terbengong-bengong.

Muhamad Yusuf, petugas dari Sulawesi, kapok tidur di lantai 12 gedung nomor 52. Kala tidur, ia gelisah. Menurutnya, datang seseorang berbadan besar dan berwarna hitam, berdiri di samping. Ia merinding.
“Pak Nano, ayo turun ke bawah saja.” Ucapnya setengah berbisik ke Dasimin yang turut tidur di kamar tersebut.
“Kenapa tadi tiba-tiba minta turun?” Tanya Dasimin sesampai di hall.
“Aku melihat makhluk hitam, apakah Pak Nano juga melihat?”.
“Iya,” jawab Dasimin. "Tapi, tadi saya kira, itu si Zaini.
“Bukan,” sergah Yusuf. “Itu hantu”, sambungnya sambil memegangi tengkuknya yang masih merinding.

Semua cerita ini pada awalnya mengalir begitu saja. Menggelikan saat kembali diceritakan. Berkesan. Kebersamaan selama tugas, sebuah pengalaman berharga. Kekeluargaan terbangun. Kekompakan ini harus dijaga, dan jangan dirusak, pesan Sutisno. Selain itu, enaknya jadi petugas haji, ungkap Sanusi, aktivis PWNU Jakarta: Carilah kesempatan untuk beramal yang terbaik.

Akhirnya, kita berharap, semoga kekeluargaan ini terus terjaga, serta tugas kita selama musim haji tahun 2006 M / 1426 H menjadi amal saleh. Semoga haji kita menjadi haji Mabrur. Amin. []

Makkah, 24 Januari 2006.


******

============================================
PETUGAS HAJI INDONESIA
SUB DAKER 5 MAKKAH
TAHUN 2006 M / 1426 H.
Rumah no. 52 Jarwal Taysir. Telp: 0555998217 & 0555997149

=============================================

01. H. Muharam Marzuki, Ph.D. : Kepala Sub Daker 5
02. Drs. H. Hegus Soeharno, M.Si. : Wakasub Bidang Umum
03. dr. H.T. Thafsin Al Farizi : Wakasub Bidang Kesehatan
04. H. Sanusi : Wakasub Bidang Ibadah
05. H. Jajang Hasan Basri, S.Ag. : Pengamanan/PAM
06. H. U. Djumhaedin : Bidang Pelayanan Umum
07. H. Supardi A.T. : Bidang Pelayanan Umum
08. H. Eno Sutisno, M.Ag. : Bid Pelayanan Ibadah
09. Dr. H. Monthe Krishman, M. Kes. : Dokter Sub Daker 5
10. dr. H. Azis Soleh : Dokter/Aspiran Sub Daker 5
11. Dra. Hj. Mardiati, Apt. : Apoteker Sub Daker 5
12. DR. Hj. Rustika, SKM, M,Sc. : Perawat Sub Daker 5
13. H. Ade Irwan. T, AMK an : Perawat Sub Daker 5
14. H. Junediyono, SKM : Sansur Sub Daker 5
15. H. M. Yusuf : Pengemudi
16. H. Dasimin : Pengemudi
17. H. Gozali J. Sudirjo : Temus Mahasiswa Sudan
18. H. Marjudin Haji Ayan : Temus Mahasiswa Mesir
19. KH Murtadho Ridwan : Temus Mahasiswa Malaysia
20. H. Rizqon Khamami : Temus Mahasiswa India
21. H. Zaini Abd. Hanan : Temus dari Arab Saudi
22. H. Ahmad Bakar Salin : Temus dari Arab Saudi
23. H. Bahri Marjan : Temus dari Arab Saudi

******

1 comment:

Thafsin said...

Aku membaca artikel ini....sunguh menarik dan membuka kenangan lama kami sewaktu disana. Tapi aku juga berpikir siapa ya membuat artikel ini....jadi penasaran siapa ya membuat artike ini...sungguh berhati mulia