Sunday, December 05, 2004

Suara Perlawanan

Pada Muktamar NU di Surakarta kemaren, suara perlawanan anak muda NU disalurkan lewat Gus Dur, karena memang kagak ada tokoh lain yang mampu menandingi kekuatan struktural NU. Ternyata harus kalah, anak muda NU seperti dirundung kemalangan. Kenapa?

***

Cak Noval,

Saya memahami perasaan marah Cak Dodik, dan itu perasaan sama seperti yang saya rasakan.

Bukan apa-apa, karena hari-hari terakhir ini, kami, terutama saya, lagi dirundung kesedihan. Lima tahun terakhir NU dijadikan "kambing mainan" oleh Pak Hasyim dan kubunya: untuk menumpuk kekuasaan dan untuk mengumpulkan kekayaan. Buktinya? Seperti berita di
Kompas itu, mobil mewah berhamburan di parkir.

Ketika suara perlawanan itu kami salurkan lewat Gus Dur, karena memang kagak ada tokoh lain yang mampu menandingi kekuatan struktural NU, dan ternyata harus kalah, kami seperti dirundung kemalangan. Kami tidak ikhlas, NU kami diacak-acak oleh preman-preman yang berdiri di belakang Pak Hasyim. Kami ingin NU betul-betul menjadi organisasi keagamaan yang patut dan kembali ke tradisi kesolehan pada masa-masa sebelumnya.

Tapi, ternyata, kelihaian kubu Hasyim dalam berpolitik dibawanya ke struktural NU. Kami kalah. NU kultural dan idealis anak-anak muda NU kagak bisa merubah. Saya sadar, perjuangan untuk "meluruskan" NU tersebut untuk saat sekarang ini sangat sulit.

Ditambah lagi, antum panas-panasi dengan postingan berita dari Kompas itu. Berita tersebut memang kami akui benar, ada beberapa orang-orang NU kaya, dan ada dugaan telah memakai NU. Tapi apakah itu terus digeneralisir? Itu hanya segelintir pengurus PBNU saja. Mbah Sahal Mahfudz masih zuhud. Kagak percaya? Baca berita dari kompas juga.
http://groups.yahoo.com/group/indonesian-studies/message/3363

Kami ingin mengembalikan NU kepada kiai-kiai seperti Mbah Sahal ini, yang berjuang untuk umat, bukan untuk dirinya sendiri, yang masih peduli kepada masyarakat bawah. Kami ingin membersihkan NU dari preman-preman. Maklum saja, sejak era reformasi ini, NU seperti kue, semua orang berebut masuk, karena sangat menjanjikan.

Perjuangan untuk itu kagak mudah, Noval. Indonesia dan NU harus bersih dari preman.

http://groups.yahoo.com/group/Kebangkitan_Bangsa/message/3275

No comments: