Kudeta Saja PBNU
***
Kawan-kawan milis KMNU2000,
Di milis PKB, sekarang lagi hangat bagaimana anak muda NU harus bertindak. Melihat jalan NU struktural selama ini lebih ngurusin kekuasaan, dan minimnya akomodasi peran anak muda disitu, apa yang harus anak-anak mudanya perbuat?
Tadinya saya berharap, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI-NU) di Luar Negeri, terutama Mesir dan Malaysia, bisa memunculkan gagasan revolusioner sapanjang Muktamar kemaren. Kedengarannya, sih, tidak. Sepertinya malah terbawa arus, ikut-ikutan mendukung Hasyim. Harapan tentang peran PCI Mesir dan Malaysia ini saya simpan saja sejak kemaren, meskipun sejak awal saya ragu, karena memang sebelum berangkat ke Muktamar, saya tahu, dua cabang "anak muda" ini sudah "terkooptasi", dan mengantongi nama Hasyim sejak sebelum berangkat. Sampai detik terakhir, harapan saya tersebut pupus, minimal, dua cabang kumpulan anak muda ini, kagak sampai menciptakan isu sensasional, dan mengusulkan nama alternatif lain, ketika kita tahu nama Pak Masdar kagak bakalan laku di Muktamar. Semestinya nama seperti Fajrul Falaakh harus dimunculin.
PCI Saudi Arabia saya tidak tahu banyak.
Sedang untuk PCI UK, sejak awal saya berkeyakinan, Mbah Aji Hermawan mengakomodasi semangat mudanya. Tapi kok kagak kedengaran? Saya tidak tahu.
Biarkan Gus Dur membuat NU tandingan. Biarkan NU struktural sekarang berjalan untuk mengorek-ngorek jabatan dan kekuasaan, dan menjadikan NU sebagai kendaraan untuk itu semua. Anak muda NU pun harus bergerak dengan agendanya sendiri: KUDETA SAJA PBNU
Siapa takut???????
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/message/15367

1 Comments:
http://groups.yahoo.com/group/puisisaja/message/2104/
From: JJ. KUSNI
Date: Sat Dec 4, 2004 2:36 am
Subject: SANSANA DESEMBER [4]: DI TUNGGU ESOK
SANSANA* DESEMBER[4]
4. Di tunggu Esok
[Kepada Rizqon Khamami]
usai pertemuan hari itu berita koran membuatmu diam
tak tertahan tinjumu menghempas muka meja dan
dari kursi di hadapan aku melirik paham
memandangmu mondar-mandir di ruang
-- kita kalah, bukan? mengapa?
adakah jawabnya pada kepalan berang di atas meja
kau kalah tapi masih punya nyawa
tidak menjadi martir seperti mereka di tahun '65
kau kalah dan aku pun kalah
dan tentu kau tak menuliskan kata nasib
di hadapan tandatanya mengusik hati
kukira kalah dan menang
jalan pulang
pasukan cadangan
sekian ketiba-tibaan
di peta rencana tempur panglima
kongkret tertera
bagian dari hitungan sangat rapi
apalagi kita memang bukan barisan hura-hura
aku sendiri sudah lama tidak lagi gemetar menapak jalan kembara
pahit manis, suka duka mengalir di parit-parit dahi
tahu seperti musim dingin sekarang
mei nanti akan berlalu
agustus menghangatkan kembali bumi
kekalahan barangkali tanda kekurangan
tanda kesalahan membaca isyarat medan
pusaka lama tak lagi tanggap zaman bukan dasar hitungan
- lalu?
+ kalau setuju
seperti ntis bilang
peta di tembok itu kita kaji ulang
mata kita basuh untuk jelas membaca segala
belum luruh bintang
tak jatuh matahari
langit pun tak runtuh
kita ditunggu esok
Paris, Desember 2004.
--------------------
JJ.KUSNI
Catatan:
*Sansana: bentuk puisi lisan paling populer sampai sekarang di suku Dayak Katingan, Kalimantan Tengah.
By
Najlah Naqiyah, at 7:55 AM
Post a Comment
<< Home