Monday, September 13, 2004

Bahasa dan Sumpah Pemuda

Berkaitan dengan Bahasa Indonesia, ketika bangsa lain melebur dalam "kampung global" bangsa Indonesia tertatih-tatih mengikuti, ngiler, dan tergilas, hanya karena terbebani bahasa yang belum lama lahir ini.Saya menyesali kenapa muncul Sumpah Pemuda. Saya juga tidak terima ketika generasi sekarang masih saja mensucikan Sumpah Pemuda sebagai barang kudus. Loh, kenapa?

***

Dear all,

Saya sepakat dengan beberapa pandangan Kanjeng Sunan Nadirsyah Hosen, bahwa sejak Suharto orientasi kita lebih banyak ke dalam, bukan keluar. Dalam orientasi tertentu, saya melihat, malah menuju kearah lingkaran sempit, salah satunya, Jawanisasi. Bahkan, mengajak bangsa Indonesia ke masa lalu, dengan memaksa pemakaian bahasa Sanskerta untuk semua istilah resmi dan nama-nama bangunan. Kita capek-capek "melestarikan" bahasa yang sudah binasa ini, orang India yang bangga karena bahasa leluhur mereka dipakai di Indonesia. Pilihan salah yang terlalu bersemangat.

Berkaitan dengan Bahasa Indonesia, ketika bangsa lain melebur dalam "kampung global" bangsa Indonesia tertatih-tatih mengikuti, ngiler, dan tergilas, hanya karena terbebani bahasa yang belum lama lahir ini.Saya menyesali kenapa muncul Sumpah Pemuda. Saya juga tidak terima ketika generasi sekarang masih saja mensucikan Sumpah Pemuda sebagai barang kudus. Gombal !!!. Sudahlah, Bahasa Indonesia buang saja, ganti bahasa Inggris.

Saya sama sekali tidak menyesali dengan akan musnahnya Bahasa Indonesia. Begitu juga, saya tidak menangisi hilangnya bahasa Jawa, bahasa Ibu saya, sebagaimana kakek saya tidak pernah menangisi hilangnya bahasa Kawi, bahasa ibunya kakek. Kita harus melangkah ke depan, menantang zaman yang semakin tidak berperasaan. Kenapa energi kita masih disibukkan dengan semua tetek-bengek bahasa yang malah akan menyengsarakan kita sendiri? Menurut saya, buang saja. Selama ada yang praktis, kaya, dan cocok, kenapa yang lama kita mati-matian pertahankan? Sumpah pemuda? Pret !!!. Cinta tanah air? Gombal !!!. Sekarang banyak negara-negara besar dan maju menerapkan kewarganegaraan ganda.Sedang, karena wawasan kebangsaan sempit yang kita pahami, Indonesia masih berbangga-bangga dengan keindonesiaannya, dan melarang anak-bangsa berwarga-negara ganda. Lagi-lagi, ini GOMBAL. Kalo kita selalu mengedepankan Wawasan Nusantara, sudahlah, terima saja nasib anda sebagai kutu busuk dalam perputaran sejarah dan peradaban manusia.

Membakukan Bahasa Indonesia dan rumpun Melayu lainnya? Sudah lah, lupakan saja. Sumpah pemuda ? Lempar saja ke tong sampah.

http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/message/14594/

13 comments:

Jai said...

menerut saya, bahasa itu ada bagusnya dan juga ada yg tidak bagus...ketika kita orang indonesia, kalau ada kesempatan belajar bahasa yg lain ya bagus, karena itu bisa membantu kita dalam hidup kita...membantu kita dalam membuka jalan-jalan yg baru dan mungkin lebih baik...ini bukan berarti kita HARUS belajar bahasa yg lain, tapi tidak sakit lah...hal yg tidak bagus ya itu yg kamu sudah katakan...keluarga dan teman-teman dan yg lain bakal suruh suruh begini lah dan begitu lah...dan bisa menjadi gombal semuanya...tapi keputusan terakhir yaitu di dalam tangan kita sendiri...terserah kita kalau kita biarkan kata-kata yg negatif atau positif goncang cara pemikiran kita, cara perspektif kita...
kalau menerut saya, aku mau saja belajar bahasa- bahasa yg lain karena aku mau dan senang, bukan karena aku di suruh sama orang-orang...cuman karena saya sendiri mau...tidak salah mendengar perspektif yg lain tapi yg pasti kita yg ambil keputusan...

erwin said...

ehmm...
halo apa kabar revolusioner...
ehm ada api membara dalm dada
yang setiap saat bisa saja meledak
that was thougt on you
sorry...
but ehm....
sebenernya tujuan bahasa tuh apa ya
baik dan benar
atau kegunaan
bahsa nasional
ehm....
bahasa yang dimengerti orang sekeliling paling sering digunakan...
bisa bahasa apa saja
termasuk basa tarzan ...kalo kita di daerah asing...
naon coba .....
ya udahlah yang penting kita pake bahasa yang dapat mendapat respons dari apa yang kita ucapkan....
soal intervensi budaya ....bebas saja .....dinamis toh
salam hangat dari bandung

pol said...

sumpah pemuda itu kan, bisa kita turutin apa gak..soalnya klo qt gak setuju ya gak usah ngomong aja. mis di upacara gt.jadi biar aja jadi sejarah bahasa..bahasa itu
he..he..he

Anonymous said...

saya rasa bahasa indonesia wajib harus ada, hal tersebut yang menunjukan jati diri kita bahwa kita bangsa yang juga memiliki kepribadian yang khas, yaitu dengan memiliki bahasa komunikasi sendiri dalam ruang lingkup kemasyarakatan nasional... jangan lupa, sumpah pemuda salah satu hal yang membangkitkan persatuan dalam perlawanan penjajah di negeri ini, seharusnya kita tidak menjadi orang yang lupa dengan jasa orang yang memberikan kita kemerdekaan.....

Titik P. said...

Bahasa Indonesia memang sudah ditetapkan sebagai bahasa national Indo, tapi bukan berarti di Indo kita dilarang belajar bahasa lain kan :-)
ambil sisi positifnya sajalah...

Aku tinggal di perth dan sering kagum dengan anak2 SD disini yang iseng menyapa ku dalam bahasa Indonesia, katanya "Saya bicara Indonesia tidak bagus"...maksudnya dia belum faseh berbahasa Indonesia.

Masyarakat kita masih jauh lebih terbuka dari masyarakat Perancis yang hampir pasti tidak akan meladeni kita ngomong kecuali dalam france. Mereka juga anti-bahasa Inggris, karena mereka sadar bahwa dominasi cultural Inggris dgn bahasa punya efek fatal pd sejarah, ilmu pengetahuan & tech.

Satu lagi, aku takjub dengan "pemuda" 1920s yang tidak bisa berbahasa Indonesia tapi bertekad bisa berbahasa Indonesia. Kata Benedict Anderson, peserta Kongres Pemuda adalah kaum priyayi dari berbagai suku bangsa di Indo dengan latar belakang pendidikan Belanda. Bahasa keseharian mereka adalah bahasa daerah masing2 dan Dutch, sehingga Dutch menjadi satu2nya bahasa pemersatu mereka dalam kongres. Lebih menarik lagi, Kongres Pemuda 1928 untuk memperjuangkan bahasa Indonesia diselenggrakan dalam bahasa Belanda :-)

ns said...

Bahasa Indonesia menunjukkan integritas. jadi jika kita tidak bisa berbahasa Indonesia selain bahasa lainnya, jangan-jangan kita telah kehilangan integritas kita yang katanya orang Indonesia atau berdarah Indonesia tetapi membenci bahasa Indonesia. Karena sehebat apapun kita berbahasa asing lainnya jika kita tidak bisa berbahasa Indonesia maka dapatkah kita dikatakan sebagai orang Indonesia??????????????

ilhamduilah said...

apa pun bahasanya, nulisnya tetap bahasa indonesia... hehehe

Anonymous said...

tidak semudah itu melakukan revolusi budaya,revolusi hanya bisa terjadi jika ada pemimpin,kemauan yang kuat dan ada perubahan yang memang dikehendaki.perubahan yang anda lakukan spertinya terlalu ekstrim,dampak-dampak sosial yang terjadi jauh lebih banyak negatif daripada positifnnya.political education yang masih dirasa masih kurang menjadi hambatan tersendiri,apalagi bangasa ini masih memegang teguh nilai-nilai adat budaya dan norma leluhurnya

korespodensi,FS;
rockstar_18244@yahoo.co.id

Anonymous said...

penggunaan bahasa...
kalo menurut saya ya mas,
tergantung dari efisiensi ya...
toh kalo emang cuma gombal dan ternyata sumpah pemuda cuma buat simbol tuntuk ngadain acara perayaan ngisi hari-hari kosong...
pilihan penggunaan bahasa ya kalo misal, saya lebih cepet ngerti sesuatu pake bahasa inggris ya yang saya pake bhs inggris...
belajar bahasa selain bahasa ibu itu kan ada tujuannya, utk baca referensi yang make bhs asing.. atawa buat tinggal ditempat laen yang ga ngerti bahasa kita...
tapi saya tetep bangga koq punya identitas,,,,,,

Anonymous said...

kalo kita ngomong tentang sumpah pemuda, emang saat ini ini arti dari sumpah pemuda itu sendiri bagi kaum muda saat ini sangat kurang, apalagi mereka kurang mengetahui dari elan fital dari sumpah pemuda , jadi sekarang eni buat apa kita ngomonging sumpah pemuda, kalo emang kita sendiri ga ngerti betul tujuan dari sumpah pemuda entu.

Manji Dharsana said...

Tolol!

Anonymous said...

menurut saya,
ada benarnya juga.
tapi apabila kita bangsa sendiri saja sudah tidak cinta dengan bangsa.
trus mau jadi apa donk bangsa ini???

Mau ta kayak beberapa negara yang harus merasakan kekejaman sesama negara??

Bahasa inggris memang bahasa universal yang patut dikuasai siapapun. tapi tidak lantas melupakan bahasa sendiri.

meskipun Indonesia kesulitan dalam mempertahankan kebudayaannya mengapa anda yang warga kita juga justru menggemborkan semangat akan kejatuhan jati diri kita sendiri?

Malukah anda dengan cap jelek yang disandang Indonesia??

Saya rasa, budaya itu boleh saja hilang namun dengan cara alami setelah apapun yang dilakukan tetap membuatnya tak bergeming. Bukan saat sekarang. Saat-saat kita akan mengenang hari sumpah pemuda. suatu sumpah yang menjadikan Indonesia satu.

Kalau tidak ada peristiwa itu mungkin tidak akan ada anda, saya atau semua orang yang saat ini di Indonesia. Mungkin kita masih merasakan terjajah, memakai karung goni sebagai pakaian kita sehari-hari. Inikah yang ingin anda rasakan sebenarnya???

Hanya karena kemajuan anda bahkan melupakan bumi tempat anda dilahirkan..?????????

saya rasa anda harus berpikir kembali

RAHMADINATA said...

bahasa merupakan cara berkomunikasi namun kenapa ya semua orang pada bingung kalo gak bisa bahasa global tapi kalo bahasanya sendiri kok gak bingung heran???

kayak saya nilai bahasa inggris ku baik tapi bahasa indonesiaku dibawah nilai bahasa inggrisku.ANEH?

moga dengan sumpah pemuda ini aku menjadi siswa yang berbahasa indonesia dan memiliki semangat persatuan dan kesatuan